undangan, kondangan (Digital)

69Kartu Undangan

Hari belum juga siang, makanya warung makan Bang Jun belum juga ramai. Cuma ada seorang pengunjung setia, Si Entong. Entah belum sarapan entah gak ada kerjaan jaka ijolumut ini sudah nagkring meminum kopi tubruknya.

“Eh ada elu Tong. Heran gua. Jam segini udah ada aja di sini Tong”

Si entong menoleh dan mengangkat bahu. Ia mulai merasa di manapun ia selalu aja ada yang ngomenin.

“Kerjaan lu apa sih Tong. Kayaknya santai bangat.”
“Gak jauh-jauh lah sama Bang Ipung”

“Hmp.. hahahaha. Lucu juga lu Tong. Hoi Bang Jun Kopi kampret satu ya”

Bang Jun yang memang sedang santai segera membuatkan kopi andalannya.

“Tumben-tumbenan Bang Jun mukanya demek gitu. Kenapa bang” Tanya Bang Ipung saat menerima cangkir kopinya.

Yang bereaksi mendengar pertanyaan Bang Ipung justru Si Entong. Pertanyaan tabu sudah dituturkan, alamat bakalan ada curhat yang panjang deh. Padahal rencananya hari ini ia ingin membebaskan diri dari gospi dan curcol di kantor. Makanya ia nangkring di warung Bang Jun. Dan benar saja Bang Jun sudah mulai menarik napas panjang.

“Lagi musim kondangan nih Ip. Seminggu ini aja dah ada 3 undangan. Sampe akhir bulan ada 15 undangan”

“Bangus dong Bang. Banyak kolega yng kenal sama Bang Jun”

“Iya bagus.. tapi tau sendiri kan”

“hahahaha iya. Apalagi klo gak dateng gak enak ya kenalan  di sosmed saya aja dah ada inpo 5 temen yang nikahan. Enak ya sekarang. Undangan tinggal di poto trus di share di sosmed. Murah, gampang”

“Klo Aye sih kagak mau kayak gitu Ip. Gak ada rasanya. Si  bungsu aja pas mo nikah kemaren masih ngaseh selampe ke temen2 perempuannya, Walo ke temen2 lakinya aye gak ngasih pas mo bagiin rokok”

“Bukannya pemborosan tuh Bang” Kata Si Entong, yang akhirnya ikutan juga. “Sapu tangan, pengganti rokok, trus belum cetak undangan, datengin kerabat dekat”

“Emang boros sih Tong. Tapi pan itu amanat orang tua dulu. Jangan putus silaturahim. Kagak ada ceritaya sodara deket yang gak ane datengin buat ngundang kawinan. Makanya ane paling gedek klo ada ada kerabat ddeket, apalagi ngaku sodara ngundangnya sekelebatan doang, anta!”

“Wuah beneran bang sampe marah?”

“Iya lah  ‘klo lu masih nganggap sodara daeng bae-bae ke rumah. klo nggak terserah dah undangan lu mo kasih gimana. yang gua butuh tuh datengnya bukan undangannya”

“hahay.. boleh juga tuh bang. Nanti klo ada yang ngundang digital saya juga datengnya digital aja ah” kata Si entong sumringah.

yang bengong tuh Bang Ipung. “Kondangan digital? Gimana caranya?”

 

Apa pula ini, sekali ngisi blog malah tulisan aneh (lagi) yang muncul. Tapi gak apa-apalah.

J. Dieyna

*Gambar diambil dari http://matchdigitalprint.com/foto_berita/69Kartu%20Undangan.jpg

 

Dipublikasi di curhat iseng, fiksi, hand writing, Intermezo | Meninggalkan komentar

Healty Restaurant, a concept?

Berawal dari rasa lapar yang mendera saat menunggu isteri di Botani Square. Maklum gak bawa tas, dan gak sempet bawa makanan dan minuman pendukung :X. Walhasil saat sudah ketemu isteri, saya sudah mengalami PGD (penurunan Gula Darah)

LaPhoto-0548ngkah penyelamatan diri (dari laper sih sebenarnya) pun dilakukan. TEntu saja dengan makan. Namun karena banyaknya pilihan food court di Botani maka dengan daya konsentrasi yang makin turun saya mengiyakan saja saat diajak ke lantai terataas Botani Square.

Setelah bayak berkomentar “biasa banget” terhadap pilihan foodcourt yang ada saya tergeitik untuk menengok tempat makan dengan tulisan besar “healthy restaurant”

Fufufufu, berani benar mengambil tag healthy. Apa sih yang disajikan sehingga berani menyatakan diri sebagai tempat makan sehat?

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di bogor, hang out, jalan-jalan, Uncategorized | 1 Komentar

Solusi Intensive, virtual driving training sebelum ujian SIM

Simulator motor“sekarang mah ujiannya susah harus pake simulator”

Ujaran  tentang proses pembuatan SIM yang katanya sudah tidak bisa nembak lagi memang sempat ramai jadi bahan perbincangan.. minimal di kampung saya :p . Kalau dulu dengan sekian ratus ribu rupiah SIM sudah bisa didapat maka sekarang … tak semudah dulu lagi. Belum lagi ujian mengendarai sekarang menggunakan Simulator yang pengadaannya sendiri memberi kisah lain dari Kepolisian.

Pembukaan tulisan yang gak enak bangat dibacanya yah :X . Tapi bukan itu yang hendak saya bahas di tulisan kali ini. Sebenarnya saya hendak berbagi tentang temuan saya yang sederhana sebenarnya. Boleh jadi sudah banyak orang lain yang menemukan hal ini. Namun sayang jika lintasan pemikiran ini tidak saya tuliskan. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di pendidikan, Serius nih | 1 Komentar

Media alternatif mengenalkan Lagu anak-anak yang mudah, murah dan terjangkau

Banyak yang bilang kalau anak sekarang mendengarkan musik dan lagu yang bukan untuk mereka. Pun ada penyanyi cilik lagu yang dibawakannya bukanlah lagu yang menggambarkan dunia mereka.

Silakan bertanya siapa yang bilang begitu, dan silakan berkata “Ah masih ada kok p[enyanyi cilik yang membawakan lagu anak-anak” betul tapi apakah anak-anak anda, anak-anak kita mendengarkan lagu itu? mempaporitkannya? dan ikut mendendangkannya sebagaimana mereka mendendangkan “Love you love you love you so much” dengan kedua tangan ditempelkan ke pipi? -yang julis kok ngerti juga yah :p –

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di anak anak, pendidikan | 1 Komentar

Buah Buni dan tawa orang sekitar

“ambillah segenggam buah buni nikmati manisnya dan tersenyumlah maka anda akan membuat tertawa orang di sekeliling anda”

Ungkapan yang saya karang sendiri tapi yu boleh coba dijamin terpercaya.

Buah buni, saya ingat sekali di kampung saya dulu buah ini pernah menjadi primadona diantara saya dan teman-teman. Bagaimana tidak, tak kurang dari dua pohon yang ada di dekat lapangan tempat saya biasa bermain dulu. Dan jika musimnya tiba kedua pohon itu akan menjadi sasaran panjat anak-anak. Bukan hal yang mudah karena pohon-pohon itu sudah tua sehingga tingginya sudah melewati ketinggian rumah -dahulu masih sedikit sekali rumah yang memiliki 2 lantai- namun sepadan dengan hasil yang didapatkan. Makan buah bersama dan saling mentertawakan diri sesudahnya🙂

Baca lebih lanjut

Dipublikasi di berita foto, buah lokal, kekayaan alam indonesia | Tag , | 1 Komentar

Hari ini adalah hari yang istimewa

Selamat menikmati sajian posting kali ini.. loh belum juga ada tulisan udah ada kalimat penutup yah? Maklum sudah lama berselang tak ada postingan baru diblog ini.

Ulang posting terakhir di blog ini adalah tentang ini kan pasti jarang yang baca, wong gak terlalu di publish hehehehehe.

Tahun ini memang seperti tahun sebelumnya dah jarang banget posting, atas alasan gak mood atau yang lain.. atau segudang alasan yang lain, namun setidaknya hari ini ada juga posting di blog ini,  so selamat menikmati

Syiro

Hari ini adalah hari yang istimewa, tanya kenapa? hm.. buat kamu yang heran kenapa di masjid harus ditambahkan garis hitam, dan sajadahnya dipasang miring berikut ini ada artikel menarik tentang hal itu, jadi klo penasaran tentang arah kiblat tongkrongin hari ini pukul 4 sore yah🙂

info lebih lanjut:

http://www.eramuslim.com/syariah/ilmu-hisab/hari-meluruskan-arah-kiblat.htm

http://tdjamaluddin.wordpress.com/2010/07/14/problematika-arah-kiblat/
http://tdjamaluddin.wordpress.com/2010/04/15/menyempurnakan-arah-kiblat-dari-bayangan-matahari/

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Buah dan daun Salam

Bicara daun salam tentu kita teringat dengan daun yang seringkali sudah kering yang digunakan untuk penyedap masakan.
Kata Mama “Sayur klo gak pake Daun salam tuh ko kurang sedep ya”
Nah inget dong dengan daun yang satu ini. iya lah kan daun populer di dunia kuliner.
Namun mungkin tak semua orang sudah berkesempatan melihat atau memakan buah salam.

BUAH SALAM.. memangnya ada?
Sejatinya memang ada. Sama seperti buah toge yang kita kenal sebagai kacang hijau, pohon salam juga menghasilkan buah yang berwarna agak merah dengan lapisan kulit bening.
ENAK GAK? Hm.. rasanya.. sedikit manis dan agak-agak sepet.
PENAMPAKANNYA KAYAK APA?
Supaya gak dikira HOAX, berikut ini adalah penampakan dari buah salam:

Satu lagi

Dipublikasi di Aksesoris, pendidikan, Serius nih | 3 Komentar