menjemput Rizqi
menjemput rizqi
pipipipip..pipipipip… pipipip… alarm hape sk
6r ku kembali berbunyi tanda waktu pukul 06.00 pagi. Ku melirik buku laporanku. Semua transaksi malam ini sudah selesai kutulis.
Fiuh kuregangkan sedikit badanku, berusaha mengusir penat yang melanda. Ya kunungan pasien malam ini lumayan membuatku tak dapat memejamkan mata.
Tidak banyak hanya saja semua tak datang serentak, satu pasien selesai dan aku, perawat serta dokter jaga hendak rehat datang satu pasien lagi.
Alhasil mata ini lumayan sayu.
RRRRRRRR, siapa yah yang pagi pagi seperti ini menghubungi?
“Ya hallo”
“Ms jangan lupa jam delapan ini ada les nanti mas Ben akan menjemput untuk menunjukkan jalannya.”
“Iya mbak terimakasih”
Ah hampir saja lupa. Mulai hari ii aku mengisi les privat matematika untuk siwa kelas 5 sd. Bahan ajar sudah kusiapkan, hanya stamina yang kini harus kupelihara.
Pasien pagi ini belum ada. sehingga sejenak bisa kupelajari lagi bahan ajar untuk les nanti. Segelas kopi ternyata masih belum bisa mengusir kantuk yang kualami.
Sudah saatnya aku berangkat menuju ke tempat janjian dengan Mas Ben. Sedikit nyeri kurasakan di kepal, namun kuabaikan itu.. aku harus menjemput Rizqi.. pun butuh tenaga yang lebih banyak lagi. Ya Robbi berikanlah aku kesehatan sehingga waktu yang ada bisa kumanfaatkan untuk berbuat baik kepada orang lain.. Bismillah,, aku berangkat segera
Green walk

Perjalanan Hijau hari ini
berjuta pesona menhampiri
terkenang masa di mana masih bersama sahabat lama nikmati interaksi SMA untuk saling berpadu suara
Ada lagi semangat kebersamaan dengan rekan rekan untuk majukan pendidikan dengan bersama sama mendidik generasi belia dan perjalanan di sini menjadi salah satu bahagiannya
Waktu berlalu senag rasanya berkumpul bersama kakak kakak tercinta di Fisika bersama nikmati suasana masa orientasi non formal mahasiswa dengan shalat bersama di masjid sana
Ah.. masa berjalan dan hari ini kulangkahkan kaki lagi di jalan yang naik turun mendaki
nikmati semilirnya bayu menhembus lalu
tamparkan kesegaran yang menyejukkan
Pandan cendana anggrek paku seroja semua beraneka
its like a way in the green kingdom saja
Perjalanan kali ini kulalui
dengan langkah ringan nan ternikmati sepenuh hati
Perjalan hijau kali ini kumaknai
sebagai sebuah jalan panjang yang akan terlalui
Perjalanan ini kulakui lambatkan langkah nikmati hari
Perjalanan hijau kali ini
torehkan satu lagi kenangan dalam diri
******************************************
Mengenang Sehati (SirojudinErlanggaSolehanAnantoAlvanePangestuSyukurImamHeavyTri)
Mengenang Mais pertama Fisika IPB 02 bersama k’Sopie
its like with way for future
embun di telaga yang kan menyatukan hati anggotanya
Asli judul yang maksain masukin nama tim nasyid dulu nih Sehati>Thilal>CRU>Telaga
Saat rame rame liputan pemakamam King of Pop, beredar sebuah nasyid yang diisyukan dinyanyikan oleh mendiang. Ah itu itu kan berita lama, sahabat yang mengikuti perkembangan nasyid dunia pasti tahu siapa pelantun nasyid “Give Thanks To Alloh ” itu, ya betul, Zain Bikha. Ah mendengarkan munsyid yang satu ini jadi teringat pernah membawakan nasyid dari zain dan Dawud tentang dzikir.. di salah satu tempat di Depok.. yang pesertanya bapak bapak semua hahahahaha.. banyak yang gak ngerti isinya tuh kan liriknya pakai bahasa Inggris.
…
sahabat sahabatku, diri ini rasai rindu untuk bertemu dan membuat suara kita kembali padu
Mungkin interaksi, lokasi diri, dan keberadaan isteri halangi kita latihan lagi.
Sahabatku jujur kukatakan ku sangat berkenan dengan undangan yangh tersampaikan bahwa kita akan reunian.
Terlepas dari apa agendanya, dan patungannya berapa tapi berjumpanya kembali kita jadi ajang yang kutunggu kedatangannya.
sahabat kita punya problema kita punya usaha dan kita punya amanah yang berbeda, namun dari lubuk hati ini ada harapan yang menggebu untuk kita bisa kembali walau harus beda formasi mengenakan nama “embun” dan bersenandung kembali.
Sahabat semoga egoisme ku ini bisa sampai kepada kalian…
…….
cuz we are brothers we are a family single brotherhood
(Nasyid BROTHER)
tears behind the glasses
Pagi ini kulanggar janjiku untuk tidak melakukannya untuk hal se sepele itu
Pagi ini kubiarkan diriku terhanyut emosi sesaat dan menyebabkan runtuhnya komitmenku
tentu saja reaksinya adalah melakukan hal yang juga tidak penting sebagai bentuk pertahanan diri
Oh ego sebegitu besar kau kuasai diri
Ah pandangan ini kembali mulai tak jelas terhalang aliran kekecewaan itu
semoga saja masih bisa kutemukan alsaan kenapa aku masih harus tetap di sana
#########################################
Pagi hari yang menjengkelkan, LAporan menumpuk OKT belum dityulis absen dicoret, Ya Robb apa lagi yang bsia kujadikan alasan untuk tetap berada di sana..



Kata Mereka