Arsip

Arsip untuk Juli, 2009

The House Of Fleur

30 Juli, 2009 dieyna 1 comment

“perjalanan panjang ini akan segera berakhir” gumam pemuda itu. di depan Prambanan.

#################################

Lorong lorong itu gelap, Hanya cahaya dari obor yang terpaksa dibuat dengan membakar kain yang menerangi sebatas pandangan. Pengap. Entah berapa lama lorong lorong ini tak dimasuki manusia.

Gps yang dibawa pemuda itu tak lagi menunjukkan sinyal. Entah apakah karena ia sudah berada terlalu jauh di bawah tanah ataukah karena bebatuan yang menjadi dinding lorong itu yang menghalangi sampainya sinyal.

Bahkan yang menjenghkelkan jam digitalnya pun mati. Padahal baterenya baru diganti.

Baru saja pemuda itu hendak mengeluh ia teringat pesan sahabat lama

“Bawain Rainbows Drops ya.. dua”

Salah kutip pesan kayaknya sih tapi hal itu membuat si pemuda tersenyum lagi

“Rainbows Drops, tetesan air yang dipercaya sebagai ujung pelangi.. satu aja belum tentu dapet gimana dua” gumam pemuda itu. Seolah bicara pada diri sendiri.

Tapi jika ditelaah lebih jauh boleh jadi maksudnya adalah jangan kembali ke GE sendirian! atau bahasa kasarnya udah cape cape keliling Nusa Antara masih gagal juga.. ke laut aja sana eits kelewat kasar nih.. semoga berhasil mungkin itu kesimpulannya.

Tiba tiba terasakan aliran udara yang berubah. Sejenak tadi hawa dingin seolah lewat. Seperti sebuah peringatan akan adanya sesuatu di depan.

Dan benar saja akhirnya sang pemuda menemukan ujung lorong itu… sebuah tembok hitam kelam.

“Niat banget yah ngerjainnya sampai buat pintu seperti ini” gumam pemuda itu lagi. sambil bersenandung pelan ia menurunkan ranselnya dan mengeluarkan tiga buah kristal bebentuk bola berlaiann warna. satu perak bening, dua emas cerah, dan tiga merah gelap. Ketiga bola itu lalu di masukkan ke tiga celah yang ada di batu hitam di hadapannya.

Batu hitam itu bergetar dan perlahan lahan mergeser masuk ke dalam. Tak lama kemudian terlihat sebuah celah yang bisa dimasuki.

Perlahan Si pemuda memasuki celah itu. Dan celah itu ternyata sebuah pintu masuk ke lorong yang lain lagi. Kali ini si pemuda berjalan dengan gegas karena memang tgerasakan hawa yang hangat di ujung lorong yang ini.

Dan benar saja saat tiba di ujung lorong sinar mentari yang cerah menyambut si pemuda.

“.. kerjaan aneh lagi nih kontruksi atapnya meneruskan cahaya matahari yang masuk entah darimana sehingga sinarnya dapat masuk dan diteruskan ke seluruh ruangan” katanya menganalisa kenapa di ujung lorong itu sinar matahari bisa masuk.

Tiba tiba wajah pemuda itu tersenyum cerah. Bukan bukan karena rimbunnya pepohonan yang ada di ruangan itu atau kicau bebeurung yang terdengar merdu, atau gemericik air di kolam di dekat situ.. pemuda itu tersenyum karena di tepi ruangan tampak sebuah pondok kayu dengan beraneka tanaman hias di depannya.

Sebuah pagar bambu sepinggang  tak tampak sebagai pembatas namun menambah aseri karena dirambati sulur tanaman. Sebuah ayunan kayu tampak berada di dalam ruang tamu. dan di depannya meja jati yang sangat ia kenal tampak anggun dengan dikelilingi tiga kursi lagi.

Rumah yang sama yang ia kunjungi di Dusun Bentang Dahulu. Rumah yang dijadikan kediaman gadis itu.

ap tap tap, terdengar langkah kaki dari dalam rumah yang beralas kayu itu. Dan tak lama muncul seorang perempuan yang sangat dikenali pemuda itu. berhenti di undakan kedua tangga batu pondok itu.

“Candi?”

Gadis itu tersenyum lalu kemudian berkata’

“Selamat datang di pondok ini lagi.. Silf!!”

###############################################
**persembahan untuk Way atas suasana rumah yang menyenangkan**

Categories: Uncategorized

misteri 2.1.0

29 Juli, 2009 dieyna 1 comment

Syahdan sebuah handphone bermerk Siemens SK6R berbunyi di awal pagi.. membunyikan alarm dengan nada dering menghitung mundur dari lima ke nol.
pemilik hape terbangun mendengarnya dan dengan wajah sumringah ia mematikan alarm.
“iya.. 2.1.0″ gumamnya senang, seolah mendapat pencerahan. kemudian ia menarik kembali selimutnya karena ia salah menyeting alarmnya harusnya 01pm ko jadi 01am.
*************
ada apakah dengan 2.1.0? postingan kali ini akan mencoba menguak maknanya untuk anda.
pelafalan hitung mundur dari ringtone hape itu adalah seperti ini “five (five) four (four) three (three) two (two) one zero”
kata dalam kurung itu echo ceritanya.
coba kita tengok 2.1.0
two one zero.
tuliskan pelafalan 2.1 dalam bahasa Indonesia
“tuwan”
nah lakukan hal yang sama pada 0
“Ziro”
kita pinjam salah satu keisengan bangsa Jepang yang suka menjadikan z sebagai pengganti hurup lain (tengok Dragon Ball Z yang maksudnya itu Dragon BallS)
ya kita balik huruf Z dengan huruf penggantinya itu .. S
oke saya rasa cukup
sekarang kita lafalkan 2.1.0 dengan perubahan perubahan tadi “tuwan Siro”
************
kesimpulan: satu lagi anagram narsis dari penulis blog ini
dipublikasikan! waspadalah waspadalah narsis bisa menyerang siapa saja termasuk anda!

Categories: Uncategorized

(Re)asosiasi

28 Juli, 2009 dieyna 1 comment

“klo ada potongan obat berantakan pasti kerjaan Syiro tuh”

Asosiasi, adalah keterkaitan, pautan, hubungan. Dalam dunia IT kita mengenal jenis jenis file yang dibedakan dengan ekstensinya. Dan ekstensi itu memiliki asosiasi dengan file yang bisa menanganinya. Misal, .doc adalah file dokumen yang terasosiasi dengan MSWORD. .XLS dengan EXCEL. Dan lain lain.

DAlam kehidupan, tindakan kita, kebaikan kita, dan bahkan kejelekan kita dapat terasosiasi dengan kita misalnya kalimat pembuka diatas. Kejadiannya sederhana ketika banyak resep mau gak mau saya mengambil obat asal saja. jika di resep jumlahnya tak seperti dalam kemasan standar sisanya tak segera saya kembalikan ke boksnya. Dan saat pulang karena perhatian sudah teralih pada laporan shift yang harus dikerjakan maka sisa sisa obat itu bertebaran di mana mana.

Yang menjengkelkan adalah seteklahnya setiap ada sisa obat yang berceceran maka saya lah yang menjadi tertuduh utama.

Bahkan saat saya libur dan ada obat yang berserakan akan muncul ujaran “Kaya Si Syiro aja sih

Aarrgghh!! MENJENGKELKAN. Padahal kita sama sama tahu kalau file dengan ekstensi .txt itu tidak cuma bisa dibuka dengan NOTEPAD tapi juga oleh NOTEPAD++ bahkan MSWORD. Artinya tindakan yang saya lakukan bisa juga dilakukan oleh orang lain. Dan saya pun berusaha untuk tidak (terlalu sering) melakukan hal itu lagi.

Bukankah file jpg bisa kita setting untuk otomatis dibuka dengan MS picture manager dan bukan dengan windows picture fax viewer.

Berarti boleh dong hilangkan asosiasi yang berantakan itu dan atau asosiasi buruk lain (kalu ada.. tapi kayaknya susah dicari deh hehehe) dari diri saya.

Ada baiknya saat kita mengasosiasikan suatu penilaian terhadap seseorang, kita juga siap untuk mereasosiasi penilaian itu jika ada perubahan terhadap orang tersebut.

Categories: kata hati, laku Tag:, ,

aku melakukannya lagi

27 Juli, 2009 dieyna 2 komentar

Aku melakukannya lagi

Tersadar aku akan kondisi ini

Bahwa aku melakukannya lagi

Bermain kembali dalam secarik saja pembeda

Setengahnya adalah harapan dan sisanya adalah tantangan

Kuyakini kau kan sanggupi

Permintan bodoh ini

cuz u’re my brother truly

tentu saja tak elok jika semua ini akan mudah saja

ku siapkan satu dua celah untuk berkilah

agar kau mampu sadari permintaan ini tulus dari hati

Wahai sang petualang

kutitipkan potongan peta ini

untuk kita bertemu nanti

di tempat yang sudah kutandai

Kutunggu dibatas waktu di hari kita kan bertemu

kusambut dirimu dengan senyumku

kukatakan padamu, selamat datang sahabatku

terimakasih atas jerih payahmu

mari nikmati secangkir teh dan roti sumbu

lalu kita selesaikan ini dengan padu

#############

kayaknya ada kata kata yang mengingatkan pada anime apa gitu.. tapi lupa

Categories: Intermezo Tag:,

Your smile

26 Juli, 2009 dieyna 2 komentar

cerita sebelumnya:

setelah makan malam Shiro dan Hana berbincang hal yang gak penting banget. Dan setelahnya mereka beristirahat dengan membawa pikiran masing masing

############################
Tokyo Tower, Hana tersenyum sendiri memikirkan betapa bersemangatnya ia saat akan naik ke menara merah itu.

Padahal ia kan orang Jepang. Namun ternyata ia sendiri baru dua kali naik ke Tokyo Tower, itu pun saat TK dulu.

Walaupun jadi malu sendiri melihat coolnya Shiro yang sedari tadi diam saja. Heh diam saja?

wah sepertimya ada yang tidak beres nih.. buru buru Hana mendekati Shiro

“Shiro san?” sapa Hana perlahan. Agak khawatir juga ia melihat tubuh Shiro agak gemetar.

“akhirnya.. aku sampai juga di Tokto Tower horreee”

Hana yang awalnya khawatir ikut ikutan tertawa, mentertawakan ekspresi senang Shiro yang seperti anak kecil.

Tapi karena orang orang di sekitar mereka menatap dengan tatapan aneh hana buru buru mengajak Shiro untuk menyingkir. Akhirnya puas berkeliling dan melihat lihat kota Tokyo lewat teropong mereka turun dan makan siang di sebuah family restaurant.

Pilihan restaurannya pun unik, restoran yang dikelola orang Indonesia tentunya. Entah nasionalis atau apa tapi urusan makann Shiro agak ketat. itu yang tergambar oleh Hana.

“Hoi dilarang bengong” katya Shiro melihat Hana tampak seperti sedang berpikir.

“ah.. cuma berpikir sepertinya kamu dulu tak seekspresif tadi deh”

“Hehehe karena kamu ketemu akunya bareng Pram kan”

“Trus kalu tidak bareng Pram kamu jadi ekspresif?”

“Tidak juga” jawab Shiro lagi. “Tadi tuh iseng aja.. soalnya semenjak pagi ada yang wajahnya murung”

“Eh?”

Shiro tak berkomentar lagi cuma menunjukkan layar handphonenya. Tampak di layar itu wajah Hana yang termenung.

Dengan wajah memerah Hana langsung hendak mengambil ahndphone Shiro. namun dengan tangkas  Shiro menghindarkan hapenya.

“Shiro!! kamu jahat!!”

“Eits tunggu dulu” kata Shiro lagi. ia kemudian menekan nekan tombol hapenya dan menunjukkan layar hape itu lagi ke Hana.

“Aku berhasil kan”

Wajah Hana kembali memerah. Dalam gambar itu tampak ia yang tengah tertawa geli.

“Arigatou” kata Hana pelan.

“my pleasure miss”

“Tapi hapus gambar yang tadi!!”

Kali ini Hana berhasil merebut handphone Shiro. Tampaknya Shiro sendiri tak berusaha mencegah Hana sih. Makanya ia diam saja saat Hana mengotak atik Handphonenya.

“Shiro san..”kat Hana setelah beberapa lama ia mengotak atik hape Shiro ” kenapa semua fotonya terhapus?” .

“Apa?” Shiro langsung panik dan mengambil handphonenya lagi. Buru buru ia membuka galery di hapenya. Masalahnya ada foto foto yang akan dikirim ke penerbit di Indonesia, pesanan khusus , gambar ekslusif pusat arsip Jepang yang diambil secara diam diam -ya iyalah masa moto pake terak tereak -

“Hihihi”

Shiro baru ngeh kenapa Hana tertawa, hal itu  karena galeri fotonya masih aman aman saja.

“Satu sama” kata Hana masih sambil tertawa.

Shiro tak berkomentar. ya ia terima dibalas seperti itu oleh Hana. Lagian dengan begitu Hana bisa terlihat rileks, tak seperti saat akan berangkat tadi pagi. Entah ada masalah apa tapi sayang kan klo saat liburan masih bete juga.

“Hoho, cah sableng, Shiro” terdengar suara laki laki menyapa Shiro.

Shiro nampak kaget karena suara itu amat dikenal olehnya. Dan benar yang menyapanya adalah  Frans, yang tampak datang bersama isterinya, Zahara, Nur Zahara.

“Pilihan tepat Shir restoran ini dikelola pamanku. Selain bahannya terseleksi dengan baik.. kamu akan kumintakan diskon yah. Anggap aja hadiah. KAn kamu gak sempet datang di acara pernikahan kami ya kan NZ?”

Isteri Frans nampak tersenyum dan menganggukan kepala.

“Woah, seratus persen ya Frans”

“hahaha, maumu! untuk kamu dan teman kamu dua puluh lima persen deh” kata Frans sambil melirik ke arah Hana.

Hana tersenyum dan menganggukan kepala.

“Oke yah, aku mo lanjut lagi nih tadi cuma ammpir karena kupikir aku ngeliat bocah aneh di sini ternyata betul hehehe”

“”Karena kamu sudah nraktir aku gak jadi bales ngeledek deh, thanks ya”

Frans kembali tertawa, ia lalu agak mendekatkan kepala ke arah Shiro dan berbisik.

“Gadis yang cantik, pilihanmu bagus”

Shiro cuma tersenyum. Dan saat Frans dan isterinya sudah meninggalkan restoran ia menarik napas lega.

“Dia tidak tahu kalau aku pernah tinggal di Depok dua tahun?” tanya Hana geli.

Shiro menggelengkan kepala. gak seru ah klo frans tahu. ia membayangkan perbincangan apa lagi yang akan didengar hana klo mereka bertemu Frans lagi. Pasti seru.

“JAdi, ada cerita apa antara kamu dan dia?”

“Frans?”

“Iee, isterinya”

seketika itu raut wajah Shiro berubah. Sebenarnya Hana menyadari hal itu sejak frans datang namun Shiro bisa langsung menyembunyikan perubahan raut wajahnya. Namun kali ini Shiro tak berusaha menyembunyikan hal itu. Wajahnya tampak sedih.

“Dia perempuan yang tak jadi kunikahi!!”

Bersambung

Categories: fiksi Tag: