dinner
Cerita sebelumnya:
Shiro yang menunggu seseorang di hari keberangkatannya kembali ke negara asal akhirnya bertemu juga. Dan saat pertemuan itu ia terkenang kembali awal kedatangannya ke Jepang
#######################
Jika ada orang paling iseng yang ke Jepang pastilah itu Shiro. Umumnya wisatawan yang ke Jepang akan ke Tokyo Tower dulu.. tapi Shiro malah ke Perpustakaan Nasional Jepang. Mencari literatur tentang Indonesia tahun 1942. Jika orang orang belanja oleh-oleh di akhir perjalanan di hari kedua Shiro menghabiskan waktu mencari barang barang pesanan teman-tamannya dari satu toko ke toko lain.. Kenapa keliling? karena ia berburu barang-barang pesanan dengan harga termurah hehehehe…
“Shiro san, makan malam” terdengar suara Hana dari balik pintu.
Shiro yang baru selesai memasukkan barang barang pesanan ke travel bag menyahut.
“Iya segera ke sana” Di tutupnya tarvel bag yang sudah sesak itu lalu ia melangkah menuju pintu.
Saat keluar tampak Hana menunggu di samping pintu.
“Ngapain?” tanya Shiro heran.
Hana cuma menggeleng, lalu menangkat bahu. Setelah menyunggingkan senyum ia berlari duluan ke ruang makan.
“Aneh” gumam Shiro. Tapi dasarnya Hana kan memang agak agak beda makanya Shiro tak memikirkan hal itu dan menyusul Hana ke ruang makan.
Di ruang makan yang seadanya, secara gitu loh di jepang. Walau dibilang ruang makan ternyata cuma meja lumayan yang bisa dikelilingi oleh enam kursi. Biasanya kursi kursi di ruangan itu penuh hanya jika kakek nenek hana datang. Sehari hari pun cuma tiga kursi yang digunakan. kali ini adik Hana yang biasa menggunakan kursi ikut pemusatan pelatihan klub kendo.
makanya kedatangan Shiro yang diundang Hana dan Hana yang menghabiskan cuti di rumah membuat ibu Hana memasak cukup banyak.
“Ah Shiro Kun, mari mari Oom sudah siapkan sake yang enak untuk hari ini” kata ayah Hana saat Shiro datang dan duduk di kursi yang disediakan untuknya.
“Ayah aneh manggil Shiro seperti itu tapi malah ngajak minum”
“Loh tidak apa apa kan, kamu sudah lebih dari 20 tahun kan? hahahahaha”
“Maaf ya Oom saya non alkoholic”
“He? pun jika ini untuk menghormati saya selaku tuan rumah”
“Pun demikian”
“.. kamu membuat saya tidak senang Shiro san.. apa lebih bak akmu segera tinggalkan rumah ini? karena kamu benar benar tak menghormati saya selaku tuan rumah.”
Hening. Ucapan tegas ayah hana yang sampai meletakkan gelas berisi sakenya ke meja membuat suasanatidak nyaman tercipta.
Hana dan ibunya saling lirik, menunggu raksi yang terjadi berikutnya.
Namun Shiro tak mengacuhkan ucapan ayah Hana ia malah menyodorkan mangkuk yang kosong ke ibu Hana.
“Saya pergi setelah makan malam”
Sontak ayah Hana tertawa mendengar ucapan Shiro.
“Hahahaha, apa rang Indonesia selalu seperti ini” kata Ayah Hana geli “Orang yang dengan tegas menyatakan sikap!”
Shiro menatap Hana lalu berujar perlahan “Han.. kita bicaratentang siapa sih?”
Kali inigiliran Hana dan ibunya yang tertawa.. ada yah orang model kauyak gini.
Selebihnya suasana makan malam lancar. Dan Ayah Hana tetap membujuk Shiro untuk menemaninya minum sake. Untungnya Hana mengajaknya ke beranda. Sehingga Shiro bisa meninggalkan ruang makan.
“Fiuh. suasana makan yang heboh yah” kata Shiro
“Iya, btw maaf yah gak bisa menenin kamu dua hari ini. MAklum walau libur banyak kerjaan”
“NEver mind aku juga kan gak mengharapkan sambutan seluarbiasa ini”
“Hei. Apa betul ini perjalanan patah hati?”
####################################
bersambung


shiro = nihongo -> biasa untuk nama binatang,
hana = nihongo -> biasa untuk nama wanita,
right ??