Beranda > fiksi > di Narita, Aku menunggu

di Narita, Aku menunggu

Berulang kali Shiro melihat ke jam tangannya. Ah pesawat yang akan membawanya kembali ke pangkuan ibu pertiwi akan berangkat lima belas menit lagi. Jadi sedikit berharap klo di Narita kondisinya bisa seperti di Soekarno-Hatta, jadwal yang bisa molor sehari.. sehingga harapannya masih bisa tersemikan.

“Ia tidak akan datang” gumam Shiro pasrah. Di hempaskannya badan ke kursi tunggu sambil menatap ke arah pintu depan.

“Siafa pun pasti mengatakan untuk selalu berpikiran positif kan ” katanya lagi.

“Shiro San.. ” terdengar suara seorang perempuan memanggil Shiro.

“Kamu datang juga Ichikawa san.. em.. Hana-san”

##################

Narita, siang itu terasa panas, dasar negara empat musim sekalinya panas kok panas sekali sih. Itu yang dipikirkan oleh Shiro. Anak Pajajaran yang masih merasa jetleg akibat penerbangan pertamanya ke luar negeri itu masih sempet berkomentar tentang cuaca Jepang. Salah sendiri sih niatan mo ngegaya jadi orang Timur tengah malah berimbas ke kepanasan. badan jangkung yang dibalut jaket tebal bikin Shiro kepanasan.. jadi pengen tau nih orang baca kalender gak sih?

‘RRRR’

PDA phone Shiro bergetar. Kaget juga di Jepang mana ada sinyal GSM. Setelah melihat layar pdanya ternyata Skypenya aktif dan pdanya tadi otomatis menghubungkan diri dengan jaringan Wifi di bandara.

“Memang menyenangkan punya teman teman yang perhatian tapi klo semuanya minta di talangin oleh oleh kayaknya ngeselin juga deh” gumamnya setelah membaca pesan pesan yang masuk.

Tapi sebuah imel lumayan menarik perhatiannya juga.

from        : shinshiro@Kuro.com

Subject   : Pasti lu mikir klo ini tentang oleh oleh

Message :

Hehehehe betulkan lu pasti mikir gitu Rho. Cuman ngingetin jangan ampe kejadian itu bikin liburan patah hati lu gak nyenengin. Dia aja dah hepy hepy ma suaminya sekarang.. oke

Btw talangin gunpla  yang dendrobium yah lol

====================Narya===============

Rasanya klo gak inget harga pda nya Shiro bakalan membanting gadget itu. Sama aja deh ujung ujungnya, Narya-Narya… walau bahasanya nyebelin tapi setengahnya lumayan menenangkan juga.

Mengambil cuti secara dadakan, pas acara pernikahan orang itu. Walau disangkal bagaimanapun tetap saja yang terpikir adalah bahwa ini adalah perjalanan patah hati.

“Nggak siafa pun pasti akan berpikir ini adalah perjalanan untuk menyegarkan pikiran!!” kata Shiro membantah pikirannya sendiri. “Berpikiran positif!! You’re what you think Syir, semangat semangat!”

“Hihihi, masih aja seneng bicara sendiri ya Shiro San”

Shiro menoleh ke arah suara orang yang menyebut namanya. Senyumnya langsung mengembang begitu menatap orang itu. Gadis manis berkacamata, dengan rambut diikat ekor kuda. Tshirt panjang berlogo ddangau yang dikenakannnya sama logonya dengan bordiran di tas Shiro.

“Ichikawa san, sepertinya aku belum ngehubungin kamu deh”

“Litlle bird whispered to me. katanya ada orang aneh yang suka  bicara sendiri di Narita.”

Shiro cuma mengaruk garuk kepala. jadi pengen malu kebiasaan lamanya di sindir gadis itu.

“Seperti janjiku. saat kamu main ke Jepang selama di sini aku akan menjadi guide mu. Ayo ke mobil”

“Eh.. ayo”

Gunpla: Gundam plastik, model kit dari anime gundam

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

to be continued….

Categories: fiksi
  1. 22 Mei, 2009 pukul 9:22 pm | #1

    Jepang, Iam coming…

  1. Belum ada trackback.