Beranda > fiksi > menanti sapa mentari

menanti sapa mentari

Mentari masih belum juga nampak padahal mata ini tak tua terpejam. Padahal sejak lewat tengah malam Arya sudah tak lagi memejamkan mata. Terlalu banyak kejadian hari ini yang membuatnya seperti gado gado. Semoga saja gado gadonya tidak menggunakan bahan yang sudah basi sehingga rasanya tetap terjaga.. itu harapan Arya.

Mengusir jenuh Arya meraih kembali ransel bututnya. Isinya sudah teratur karena sejak semalam ia sudah membereskannya.  Dengan perlahan ia mengeluarkan sebuah bungkusan yang ia simpan di tengah tas. Sebuah bungkusan dari kulit yang ia terimanya saat a meninggalkan Atol Pesisir Timur. Saat dibuka yang ada hanyalah lembaran kitab usang yang kosong.

Kitab yang menjadi perebutan para pendekar di seluruh pesisir itu hanyalah sebuah kitab kosong, sebiah ironi yang memakan koran jiwa , saat keserakahan mewarnai gerak maka hasilnya hanya kekecewaan.

Yah Arya tak hendak mentertawakan kejadian itu karena ia pun kehilangan kawan yang menyenangkan. Tapi menjadi sebuah pelajaran berharga bagi tiap insan yang mendengar dan mengetahui kejadian itu.

RRR.. Portable Comm milik Arya bergetar. Sengaja ia mematikan ringtonenya supaya tak ada panggilan masuk, tak kurang dari itu mous blacklist pun ia aktifkan.

“Sembilan belas pesan?” gumam Arya heran.

Ya sembilan belas pesandalm waktu 2 jam.

Buru buru Arya membalas pesan itu.

‘ada kalanya waktu tak secepat yang kita harap, sabar kawan mentari minggu pagi akan segera hadir menyapa’

Arya menghela napas panjang. pesan singkat yang ia tujukan untuk dirinya juga. mentari pagi akan segera menyapa, dan perjalanan ia, Wirya, Citra dan Mawar akan menuju ke pulau Reboan untuk menghadiri pertemuan pendekar sejagat, sekaligus menyelidiki tentang peristiwa kematian beruntun para tetua lima perguruan pemilik pedang patah.

“Sabar.. mentari minggu pagi akan segera menyapa”

Categories: fiksi
  1. 4 Mei, 2009 pukul 11:06 pm | #1

    –nunggu kelanjutannya–

  2. 5 Mei, 2009 pukul 8:18 am | #2

    oo cerita nih ya , aku tunggu

  3. 5 Mei, 2009 pukul 11:50 am | #3

    toktoktok
    saya menyapa :D

  4. 9 Mei, 2009 pukul 10:21 pm | #4

    Bersambung..

  5. 12 Mei, 2009 pukul 11:18 am | #5

    Salam,

    Saya adalah seorang blogger baru yang berdomisili di Cibinong.
    Mencoba mengajak para blogger Cibinong untuk berdiskusi.

    Tema : “Adakah Blogger di Cibinong?”

    Pelaksanaan :
    Hari/ Tgl : Ahad/ 17 Mei 2009
    Waktu : Jam 09.30 – 12.00 WIB
    Tempat : Kedai Mie Janda (seberang SMPN 1 Cibinong)

  6. 12 Mei, 2009 pukul 11:44 am | #6

    Emang kenapa sapa mentari ditunggu, Din? Sinyalnya lagi jelek ya? Ganti ke XL atau Simpati aja, Din. Atau… masa tenggatnya udah lewat, nomornya udah gak berlaku lagi kali. :-D

  1. Belum ada trackback.