Arsip

Arsip untuk April, 2009

saat waktu kembali menyapa

29 April, 2009 dieyna 2 komentar

Semilir angin berhembus seolah menertawakan kejadian di padepokan Tri Aksara. Laras termenung sendirian di pendopo utama. Apakah begini akhir kisah padepokan ini. Apa yang akan  ayahanda lakukan sekiranya ia masih ada. Dan Kelima muridnya.. juga..

“K’ Laras belum tidur ” tanya Wika yang menghampiri Laras.

Laras cuma manggeleng.

“Maaf K’ apa yang akan kakak lakukan selanjutnya? maksudku.. Rena, K’ Aliska, Duan, Virsa semua sedang terluka. Apa kakak akan membiarkan mereka bertarung besok?”

“Menurutmu apa harus kulakukan”

“Ah.. Wi sih akan menyelamatkan diri dulu untuk membangun kekuatan lalu akan membalas dendam kemudian”

Laras yang sejak tadi tampak termenung menatap Wika dalam. Gadis ini rupanya.

“Jadi kamu orangnya Wi” tandas Laras seraya berdiri dan memasang kuda-kuda.

“Maksud kakak?”

“Tak ada alasan untuk lari bagi seorang Tri Aksara pun nyawa yang jadi taruhannya! jadi katakan saja siapa sebenarnya dirimu”

Wika diam seolah bingung. sekilas terlihat bulir keringat mengalir di dahinya dan tiba tiba saja ia melemparkan pisau terbang andalannya ke arah Laras.

Dengan sigap Laras menangkap gagang pisau terbang itu.

“Seperti yang diharapkan dari pewaris perguruan Tri Aksara” kata Wika sinis.

“kamu salah, aku bukan pewaris perguruan ini aku hanya menunggu kepulangan Ayahanda.”

Sejenak Wika nampak kaget namun ia menutupinya dengan senyuman.

“dan seperti itulah yang terjadi pada perguruan ini, keluguan yang membawa kekalahan.  K’ Laras apakah KK’ sekarang mulai pusing?”

Wajah Laras tampak pucat mendengar ujaran Wika. Jadi itulah yang menyebabkan Aliska dan yang lain begitu mudah tumbang. mereka diracuni. Dan yang meracuni mereka adalah gadis ini. Gadis yang berwajah manis ini. Yang senyum lugunya menyenangkan semua orang. Dan memang kini tampak Laras kehilangan keseimbangan.

“.. Gagang pisau terbang itu!” ujar Laras kesal.

Wika tertawa. “Hahahaha benar sekali” dan setelah ini tak ada lagi yang menghalangi kami menguasai tlatah timur dan setelahnya cita cita menguasi nusa ini akan tercapai hahahaha”

“Tidak jika hal itu bisa kucegah” kata Laras mantap.

Wika terkejut melihat Laras yang mampu berdiri tegak kebali dan mecabut tongkat pendeknya.

“Tidak mungkin. Racun itu merusak fungsi peredaran darah dan menyebabkan aliran energi menjadi terpecah”

“Hey kamu lupa kalau aku ini anak kedokteran yah.”

“.. bohong. kamu kan mahasiswa antropologi!”

Laras memainkan TONGKATNYA, MEREGANGKAN OTOT LENGANNYA UNTUK MENGHADAPI PENGKHIANAT tRIAKSARA ITU.

“Bukan masalah kan jika aku punya dua titel.” katanya agak membuat seperti merendah. “jadi Sekarang bersiaplah”

“.. mu.. mundur” kata Wika dengan suara gemetar diacungkannya tangan ke depan. Tampak sebuah alat elektronik seperti pemicu bom berada di tangnnya.

“Penulis bodoh ini memang pemicu bom, dan saat kutekan tombolnya gedung utama tempat orang prang sakit itu akan meledak.”

“Terlepas dari kebodohan penulis.. Kamu memang brengsek Wi!” terdengar suara dari arah belakang dan di sana berdatangan orang orang sakit yang dipanggil Wika, Rena, Aliska, Duan, Virsa semua hadir walau tertatih.

“Nampakya ini akhir utuk mu Ya!”

Categories: Cerpen

magician magic

24 April, 2009 dieyna 6 komentar

selama ini kutatap dirimu sekedar lalu

karena ada gadis yang selalu mendekapmu

karena engkau adalah penghubungnya dengan dunia

NAmun saat kau terluka ia mulai bertanya

adakah yang bisa lakukan sesuatu untuk membuatmu kembali berdaya

dan aku hadir dengan wacana dan retorika serta rencana

dan hari ini dengan manis kupohonkan padanya untuk menemanimu sehari ini saja

agar kita berdua bisa bercengkerama dan maknai masalah yang ada

dan ku bulatkan tekad genapkan keberanian untuk memeriksamu

dan lakukan pertolongan tuk tingkatkanmu.

DAn hari ini satu pencapaian sudah kuraih atasmu..

ku upgrade dirimu dari wm 2003 se menjadi wm 6.1

Oh 02 xda ii mini … kini dirimu lebih canggih :)

magician

magician

Categories: gadget

kpu oh kpu

18 April, 2009 dieyna 9 komentar

Pagi ini saya membuka jasakom.com dan membaca artikel tentang pernyataan sikap mereka terkait kerjasama kpu dengan komunitas  keamanan informasi, artikel bisa ditengok di sini dan perihal kerjasama itu bisa di tengok di sini.

Terus terang untuk hal ini saya mengapresiasi KPU yang sudah mau membuka diri dengan teman-teman komunitas keamanan informasi, mengingat jika kita menengok ke pemilu tahun 2004, dari beberapa literatur yang saya baca ada pengabaian itikad baik terhadap tawaran  teman teman komunitas dalam rangka pengamanan tabulasi kpu kala itu.

Saya hanya hendak mempermaslahkan bahwa dengan budget yang begitu besar untuk pengadaan logistik IT pemilu kenapa hasilnya seperti ini dan atau ini .

PEkan kemarin saya sempat seharian berada ki PPK untuk mengikuti rekapitulasi penghitungan suara tingkat kecamatan. Dan penghitungan maual dilakukan membuat stamina terkuras. Gimana nggak data sekecamatan harus di rekap trus ruangan yang penuh dengan asap rokok.. argh..

.. postingan ini kayaknya isinya keluhan semua yah. Yang jelas saya hanya menganggap klo pemilu hanya dijadikan ajang tender pengadaan barang (inget dong tentang gedenya kertas suara itu..) sementara banyak hal yang belum maksimal (DPT DPT !) kayaknya sayang deh dana yang dialokasikan untuk kegiatan lima tahunan ini.

###########################

the moral of the post: Klo orang yang duduk di suatu posisi motivasinya nyeleweng masa hasil kerrjanya juga bakalan nyeleweng yah

.. makin gak jelas aja nih postingan

Categories: Uncategorized

bukan.tak.tertimbang

9 April, 2009 dieyna 10 komentar

teruntuk reina kamia
maaf ‘rein
bukan maksud hati tuk bimbangkanmu
atau permainkan hatimu
terang kukatakan
semua tersibakkan
baru kemudian
jujur kukatakan bahwa asamu tak pernah tersampaikan
tulus kupohonkan atas segala ketidaktahuan
sayang sekali aku tak hendak berandai
namun setidaknya hendak kusampaikan sebuah ketidakmungkinan
tak mungkin ada ketertautan antara kita saat diri ini sudah tertaut
bukan, bukan kutakhendak menimbang
namun kutakbisa menimbangkan karena adanya tautan itu
sehingga dirimu bukan tak tertimbang
tapi takbisa tertimbang
maaf…
(Jun Dieyna)

kembalinya sang teman pulang

5 April, 2009 dieyna 11 komentar

Dua hari yang lalu hadir sebuah sms yang tanpa nama

“Dyn Minggu, selepas makan siang, Pasar Minggu. Saya bareng Ady. Kamu bareng Ant1 aj”

Setelah membuka-buka kitab daftar telepon ternyata sms itu datang dari seorang kawan lama . Wah pasti ada kaitannya dengan kisah lalu saya di Gunadharma. Dan ternyata betul hari ini salah seorang teman saya yang dulu bareng di Thilal menikah. Dan sms itu -sepenuhnya di dramatisir- adalah ajakan untuk kondangan bareng. sgera saja saya forward sms itu ke Teman pulang (Code name untuk seorang teman yang layak disebut sebagai ojekawan karena tiap pekan klo ngumpul dialah yang nganterin saya pulang dengan ojeg motornya) menanyakan kesediaannya untuk menjadi ojekawan lagi.

Replay positif dan akhirnya reuni itu terjadi di tempat pernikahan. Dengan entengnya sehabis salaman edy berujar

“Mana mikenya nih”

Wakakakkakakak!!

Hari gini Dy!!

YAh yang jelas dengan ini personel (Jomblo) Thilal berkurang lagi. Pertanyaan yang tersisa adalah kemana reuni berikutnya? Cempaka Putih kah atau Cibinong kah?

Categories: jalan-jalan